-->

Selamat Tinggal Chrome, 32 Juta Perangkat Android Terancam Tak Bisa Lagi Jalankan Chrome

Dilansir dari XDA Developer, Senin (8/10/2018), Google meningkatkan batas minimal API untuk Chrome dari Android 4.1 ke Android 4.4. Ini artinya perangkat yang masih menjalankan OS Android Jelly Bean tak bisa lagi menjalankan browser paling populer di dunia tersebut.  Berdasarkan data distribusi terakhir, perangkat yang menjalankan OS Jelly Bean (4.1 sampai 4.3) jumlahnya masih sekitar 3,2% dari total perangkat Android yang aktif. Jika saat ini ada 1 miliar ponsel dan tablet dengan OS Android, maka ada sekitar 32 juta perangkat yang terdampak dan tak bisa lagi menjalankan Chrome.  Namun angka ini bisa saja berubah ketika pembaruan Chrome itu sudah beredar. Yaitu mendadak banyak ponsel yang mendapat pembaruan dari Android Jelly Bean ke Android Kitkat.  ndroid 4.1 Jelly Bean pertama dirilis ke publik pada 10 Juli 2012, beberapa hari setelah Chrome untuk Android versi stabil pertama hadir pada 27 Juni 2012. Sementara Chrome versi PC belum lama ini berulang tahun ke-10.  Google meluncurkan Chrome ketika pengguna internet sudah frustrasi dengan Internet Explorer, dan Firefox tengah merangsek naik dan membangun basis penggunanya.  Chrome sendiri dibangun menggunakan mesin rendering WebKit bikinan Apple serta Firefox buatan Mozilla, lalu mereka pun membuka source code Chrome di proyek Chromium. Bagian penting pada Chrome versi awal adalah 'sandboxing' atau memisahkan satu tab dengan tab lainnya.  Alhasil ketika ada satu tab yang crash, tab lainnya tetap aman dan tak perlu ditutup. Hal inilah yang kemudian membantu stabilitas serta kecepatan Chrome secara keseluruhan, juga dibantu oleh mesin JavaScript V8 milik Google, yang terus menerus diperbaiki agar performanya lebih baik.  Jika dirasa Chrome memang sudah tidak mendukung Android, ya install saja web browser yang lain. Gampang kan?

Selamat Tinggal Chrome - Dilansir dari XDA Developer, Senin (8/10/2018), Google meningkatkan batas minimal API untuk Chrome dari Android 4.1 ke Android 4.4. Ini artinya perangkat yang masih menjalankan OS Android Jelly Bean tak bisa lagi menjalankan browser paling populer di dunia tersebut.

Berdasarkan data distribusi terakhir, perangkat yang menjalankan OS Jelly Bean (4.1 sampai 4.3) jumlahnya masih sekitar 3,2% dari total perangkat Android yang aktif. Jika saat ini ada 1 miliar ponsel dan tablet dengan OS Android, maka ada sekitar 32 juta perangkat yang terdampak dan tak bisa lagi menjalankan Chrome. Namun angka ini bisa saja berubah ketika pembaruan Chrome itu sudah beredar. Yaitu mendadak banyak ponsel yang mendapat pembaruan dari Android Jelly Bean ke Android Kitkat.

Android 4.1 Jelly Bean pertama dirilis ke publik pada 10 Juli 2012, beberapa hari setelah Chrome untuk Android versi stabil pertama hadir pada 27 Juni 2012. Sementara Chrome versi PC belum lama ini berulang tahun ke-10. Google meluncurkan Chrome ketika pengguna internet sudah frustrasi dengan Internet Explorer, dan Firefox tengah merangsek naik dan membangun basis penggunanya.

Chrome sendiri dibangun menggunakan mesin rendering WebKit bikinan Apple serta Firefox buatan Mozilla, lalu mereka pun membuka source code Chrome di proyek Chromium. Bagian penting pada Chrome versi awal adalah 'sandboxing' atau memisahkan satu tab dengan tab lainnya.

Alhasil ketika ada satu tab yang crash, tab lainnya tetap aman dan tak perlu ditutup. Hal inilah yang kemudian membantu stabilitas serta kecepatan Chrome secara keseluruhan, juga dibantu oleh mesin JavaScript V8 milik Google, yang terus menerus diperbaiki agar performanya lebih baik.

Jika dirasa Chrome memang sudah tidak mendukung Android, ya install saja web browser yang lain. Gampang kan?



Follow Fanspage kami >> OpenSourceLab

0 Response to "Selamat Tinggal Chrome, 32 Juta Perangkat Android Terancam Tak Bisa Lagi Jalankan Chrome"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel