-->

Networking Model: Memahami OSI Layer dan TCP/IP Layer

https://i.pinimg.com/originals/f8/2a/be/f82abe3c467a203a145ab90ccfa64763.png 

Apa itu Networking Model dan Fungsinya

Networking Model merupakan sebuah model atau referensi dalam pengembangan dan pemahaman komunikasi data di jaringan. Peran dari networking model sendiri yaitu untuk memisahkan fungsi-fungsi jaringan kompouter yang saling terhubung termasuk perangkat-perangkatnya, media penghubungnya, bahkan sampai aplikasi yang berjalan didalamnya.

Nah, untuk memisahkan fungsi-fungsi jaringan komputer yang terhubung, dibuatlah beberapa lapisan fisik hingga non fisiknya. Dimana setiap lapisan ini terdapat kumpulan-kumpulan aturan yang harus diikuti oleh setiap komponen, agar bisa berkomunikasi dengan komponen yang lain.

Tujuan dibuatnya networking model sendiri yaitu sebagai acuan aturan yang harus diikuti oleh produsen perangkat (vendor). Beginilah gambar dari jaringan komputer sebelum dan sesudah memiliki model :

Dengan adanya networking model, maka setiap fungsi jaringan komputer sudah berjalan sesuai aturan. Tidak seperti jaringan yang terdapat disebelah kiri. Selain vendor, kita juga mudah untuk memahaminya dan penerapannya pun mudah dilakukan.

Manfaat Networking Model

Pada gambar diatas menunjukan tujuan utama dibuatnya networking model dengan contoh OSI model. Adapun manfaat networking model secara umum :
  1. Agar kita mengetahui gambaran besar jaringan komputer itu seperti apa
  2. Membantu memahami bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak bisa berfungsi secara bersamaan
  3. Troubleshooting lebih mudah karena jaringan sudah dipisah menjadi bagian-bagian yang mudah dikelola
  4. Istilah-istilahnya sudah didefinisikan, seperti application, transport, network. Ini membantu kita untuk membandingkan fungsional dasar dari hubungan jaringan yang berbeda
  5. Agar pengguna lebih mudah paham terhadap teknologi yang baru dikembangkan
  6. Kita jadi lebih mudah memahami fungsionalitas produk yang dikeluarkan oleh suatu vendor

Perbedaan OSI Model dan TCP/IP Model

Networking model itu ada 2 yaitu OSI dan TCP/IP. Networking sekarang menggunakan TCP/IP model. Ini karena TCP/IP lebih less-formal dibanding OSI. Sebaliknya, karena OSI lebih kompleks, maka sering digunakan untuk kebutuhan edukasi. Saat kita berbicara networking model, anggap saja mengacunya ke OSI (agar mudah dimengerti).

Setiap lapisan bertanggung jawab mendukung lapisan diatasnya dan menawarkan layanan ke lapisan yang dibawahnya. Lapisan atas mengarah ke perangkat lunak, sedangkan lapisan bawah mengacu ke perangkat keras.



Pada OSI model, terdapat banyak layer yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Layer OSI ini akan sangat dibutuhkan oleh seorang Network Engineer untuk troubleshooting. Adapun hal yang perlu dipahami terlebih dahulu yaitu :

1. Mengerti Nama Layer

Untuk mengerti nama setiap layer, maka kita harus menghafalnya terlebih dahulu. Cara mudah untuk menghafalnya yaitu dengan mengubah nama layer menjadi kata yang mudah dipahami, contohnya :
Ana - Pak - Soleh - Tidak - Nakal - Dan - Pintar

atau

All - People - Seem - To - Need - Data - Processing


2. Memahami Cara Kerjanya

Untuk setiap layer pada OSI model memiliki protokol yang berbeda disesuaikan dengan fungsinya masing-masing.


  • Pada layer 1 s.d 4 dikelompokan sebagai data flow layers atau lower layers. Lower layer diimplementasikan dalam bentuk hardware dan software. Lower layer menangani bagaimana data mengalir pada network. 
  • Pada layer 5 s.d 7 dikelompokan sebagai application layer atau upper layer. Dimana segala sesuatu yang berkaitan dengan user interface, data formatting, dan communication session ditangani layer ini. Upper layer banyak diimplementasikan dalam bentuk software.
Contoh umumnya, seorang client ingin mengakses suatu web melalui browser. Client melakukan request http, port yang digunakan, dan mekanisme transport (menggunakan TCP atau UDP). Bagaimana juga jika laman yang diminta belum dikenali (masih berupa IP address), dan harus request DNS. Kemudian transport seperti apa yang terjadi didalam ini. Proses ini akan terus berlanjut hingga sampai ke layer fisik dan perangkat bisa bertukar informasi. Proses ini dikenal sebagai enkapsulasi - de-enkapsulasi.

3. Kenali PDU Setiap Lapisan

PDU (Protocol Data Unit), sebuah unit data dari protokol tertentu dari tiap layer yang mengandung informasi data. PDU ini memiliki field-field informasi yang harus dibongkar, dan kemudian dibungkus kembali. (enkap, de-enkap). Berikut proses enkapsulasi dan de-enkapsulasi :
  1. Layer 5-7, application, session, presentation = Data
  2. Layer 4 transport = Segment
  3. Layer 3 network = Packet
  4. Layer 2 data link = Frame
  5. Layer 1 physical = Bit 
Proses enkapsulasi (pembungkusan) dimulai dari layer 7 hingga ke layer 1. Sedangkan untuk de-enkapsulasi (membuka packet) dimulai dari layer 1 hingga ke lanyer 7.

Referensi ngonfig. net

0 Response to "Networking Model: Memahami OSI Layer dan TCP/IP Layer"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel