-->

Pengertian Router Beserta Fungsi dan Cara Kerja Router Pada Jaringan Komputer

Jika kita ingin membangun jaringan LAN cukup menggunakan perangkat switch atau hub dan agar jaringan LAN yang sudah kita buat dapat terhubung antar gedung yang bersebelahan harus menggunakan repeater atau bridge. Namun bagaimana caranya agar jaringan LAN yang kita buat bisa terhubung dengan internet? Jawabannya yaitu menggunakan router.

Dengan menggunakan router Anda bisa menghubungkan 2 jaringan yang berbeda. Semisal Anda membangun sebuah jaringan pada sebuah gedung di lantai 1 dengan ip address 192.168.1.0/24 kemudian di lantai 2 dengan ip address 192.168.2.0/24. Nah Anda diminta untuk menghubungkan jaringan di lantai 1 dengan lantai 2 dan terhubung juga ke server utama diluar daerah. Maka perangkat tambahan yang sangat diperlukan yaitu router. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak penjelasan berikut.

Pengertian Router

Router adalah sebuah komputer khusus, router mempunyai komponen-komponen dasar yang sama dengan PC desktop, Router mempunyai CPU, memori, sistem bus, dan banyak interface input/output. Router didisain untuk melakukan tugas khusus yang tidak dimiliki oleh PC desktop. Contoh, router menghubungkan dan mengijinkan komunikasi antara dua jaringan dan menentukan jalur data yang melalui koneksi jaringan.

Pada tahun 1980, setelah melalui riset yang panjang yang diawali dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, akhirnya konsep pertama router dibuat. Router ini mempunyai bentuk selayaknya komputer mini yang didedikasikan untuk melakukan proses enkripsi. Kini, router modern mempunyai kecepatan yang tinggi dalam mengirimkan, mentransmisi maupun melakukan manajemen data dalam jaringan komputer.

Sama dengan PC, router membutuhkan operating system untuk menjalankan fungsinya, yaitu IOS (Internetwork Operating System) software untuk menjalankan file-file konfigurasinya. Konfigurasi-konfigurasi ini berisi perintah-perintah dan parameter yang mengontrol aliran trafik yang masuk dan keluar dari router. Router menggunakan protokol routing untuk menentukan jalur terbaik.

Router adalah sebuah komputer khusus, router mempunyai komponen-komponen dasar yang sama dengan PC desktop, Router mempunyai CPU, memori, sistem bus, dan banyak interface input/output. Router didisain untuk melakukan tugas khusus yang tidak dimiliki oleh PC desktop. Contoh, router menghubungkan dan mengijinkan komunikasi antara dua jaringan dan menentukan jalur data yang melalui koneksi jaringan.
Komponen Utama Router

Komponen utama dari router adalah RAM (Random Access Memory), NVRAM (Nonvolatile Random Access Memory), flash memory, ROM (Read Only Memory) dan interface-interface.
  • CPU – Central Processing Unit bertugas menjalankan perintah-perintah dalam operating system. Beberapa fungsi yang dilaukan oleh CPU seperti: inisialisasi sistem, routing, dan kontrol interface jaringan. CPU router merupakan sebuah microprocessor.
  • RAM – RAM digunakan untuk informasi table routing, cache fast switching, konfigurasi yang sedang jalan, dan mengatur antrian paket. Pada kebanyakan router RAM meyediakan space memory untuk menjalankan fungsi router. Secara logik RAM dibagi menjadi memory prosesor utama dan memory share input/output (I/O). Memory share I/O merupakan share diantara interface-interface router untuk penyimpanan paket sementara. Isi dari RAM akan hilang kalau router dimatikan atau di-restart. RAM biasanya bertipe DRAM (Dynamic Random-Access Memory) dan dapat di-upgrade dengan menambahkan suatu module memori yan disebut dengan DIMM (Dual In-line Memory Module).
  • Flash – flash memori digunakan untuk menyimpan image dari IOS. Router normalnya membutuhkan IOS default dari flash. Image dapat di-upgrade dengan cara men-download image baru ke dalam flash. IOS bisa jadi ter-kompresi maupun tidak. Pada kebanyakan router untuk meng-copy IOS ditansfer ke RAM selama proses booting. Pada router yang lain IOS mungkin dapat dijalankan langsing dari flash. Flash terpasang secara single si slot SIMM atau berupa card PCMCIA yang dapat ditambahkan atau dilepas pada saat upgrade flash.
  • NVRAM – NVRAM digunakan untuk menyimpan startup configuration. Pada device yang sama EEPROM dapat digunakan sebagai fungsi NVRAM. Pada device yang lain dipakai untuk sebagai flash untuk melaukan booting. Isi dari NVRAM tidak akan hilang meskipung router dimatikan atau di-restart.
  • Bus – Sebagian besar router terdiri atas bus sistem dan bus CPU. bus sistem digunakan untuk komunikasi antar CPU dan interface atau slot tambahan. Bus ini mentransfer paket dari dan ke interface. Bus CPU digunakan untuk akses komponen dari media penyimpan di router. Bus ini mentransfer perintah dan data ke atau dari alamat memory yang digunakan.
  • ROM – ROM digunakan secara permanen untuk menyimpan kode-kode startup
    diagnostic, yang dikenal dengan nama ROM monitor. Tugas utama ROM adalah untuk dignosa hardware selama router booting dan loading IOS dari flash ke RAM. Beberapa router, ROM juga bisa digunakan sebagai sumber booting alternatif. Dan dapat di-upgrade dengan cara melepas chip pada socketnya.
  • Interface – Interface dari router digunakan untuk menyambungkan koneksi ke luar. Ada 3 tipe interface: LAN, Wan dan console atau auxiliary (AUX). Interface LAN biasanya satu atau beberapa tipe ethernet atau token ring yang berbeda-beda. Tiap-tiap intreface memiliki chip controller yang berfungsi untuk menyambungkan sistem ke media. Interface LAN biasanya berupa fixed configuration atau modular. Interface WAN misalnya serial, ISDN dan integrated CSU. Sama dengan interface LAN, ia juga mempunyai chip controller. Interface Wan bisa berupa fixed configuration atau modular. Port Console atau AUX adalah prot serial yang digunakan untuk proses konfigurasi. Ia digunakan sebagai terminal dari komunikasi port pada komputer melalui modem.
  • Power Supply – power supply digunakan sebagai sumber daya untuk mengoperasikan komponen di dalam router. Beberapa router kemungkinan mempunyai lebih dari sati power supply.


Fungsi Router

Router mempunyai fungsi untuk menganalisis paket data yang masuk ke dalamnya. Paket data yang masuk kemudian akan melewati skema penyeleksian untuk menentukan jalur paling optimal untuk mengirimkan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Data yang masuk ini akan dikelompokkan ke dalam tabel routing. Proses routing sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu static routing dan dynamic routing.

Static routing merupakan salah satu jenis routing yang mengharuskan admin yang secara manual mengatur dan mengonfigurasi tabel routing sekaligus menenentukan masing-masing rute yang harus dipilih. Dikarenakan konfigurasi tabel routing yang diatur secara manual, semua data jaringan yang masuk dan keluar melalui proses routing ini selalu melalui jalur yang sama.

Static routing adalah
Skema Static Routing

Oleh karena selalu melalui jalur yang sama, static routing mempunyai kelebihan jika kita menggunakannya untuk keperluan pertukaran data dalam jaringan. Namun static routing memiliki kekurangan. Jika salah satu atau beberapa titik pada tabel routing bermasalah, maka harus dilakukan perbaikan secara manual dan umumnya tidak cocok untuk mengatur jaringan yang mempunyai kompleksitas tinggi dengan area yang luas seperti di perusahaan.

Dynamic routing adalah
Skema Dynamic Routing

Di lain pihak, dynamic routing dapat membuat tabel routing berdasarkan asal dan tujuan data yang terlibat dalam routing untuk kemudian dipilihi jalur yang optimal. Pada dynamic routing ini fungsi router diutamakan untuk memilih jalur pertukaran transmisi data berdasarkan perubahan susunan logika secara real-time tergantung banyaknya titik jaringan yang terlibat dalam sistem routing tersebut. 


Selain itu komponen router sendiri mempunyai fungsinya masing-masing, antara lain:

RAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menyimpan tabel routing
- Menangani cache ARP
- Menangani cache fast-switching
- Menangani packet buffering dan share RAM
- Menangani antrian packet
- Menyediakan temporary memory untuk file konfigurasi pada saat router bekerja
- Jika router di matikan atau direstart maka data akan hilang

NVRAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menyediakan storage untuk file startup configuration
- Data masih ada walaupun router dimatikan atau restart

Flash memory mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menangani IOS image
- Memberi akses software untuk melakukan update tanpa harus melepas chip pada prosesornya
- Data masih ada ketika router dimatikan atau restart
- Dapat menyimpan beberapa versi software IOS
- Merupakan tipe dari EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-only Memory)

ROM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menangani perintah-perintah untuk keperluan diagnosa power-on selt test (POST)
- Menyimpan program bootstap dan dasar operating system
- Membutuhkan melepas chip pada motherboard pada saat melaukan upgrade software

Interface mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menghubungkan router ke suatu jaringan sebagai keluar masuknya paket data
- Hanya berada dalam motherboard atau sebagai module yang terpisah

Cara Kerja Router

Seperti kita ketahui sebelumnya, router ini menghungkan jaringan satu dengan lainnya dan memfasilitasi transmisi diantara kedua jaringan tersebut. Secara sederhana router setidaknya memerlukan dua kartu jaringan atau yang dikenal dengan istilah NIC (Network Interface Card) yang secara fisik dipasang pada jaringan yang satu, dan satunya pada jaringan yang lain. Gambar berikut memberikan contoh sederhana jika kita memiliki dua buah jaringan yang akan kita hubungkan melalui sebuah router.

Menghubungkan jaringan yang berbeda menggunakan router
Menghubungkan 2 jaringan menggunakan router

Jumlah jaringan yang terhubung pada router dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing router yang kita gunakan. Jika kita hanya menghubungkan router hanya dengan dua jaringan saja, tentu hal tersebut sangatlah mudah dan sederhana. Namun ketika kita berhadapan dengan jaringan besar dan juga kompleks, maka pengaturan router akan menjadi kompleks juga.

Sebagai contoh jika kita akan menghubungkan tiga jaringan dengan menggunakan beberapa router, maka kita bisa menghubungkannya secara berantai seperti pada kasus sebelumnya atau dengan menghubungkan masing-masing jaringan ke masing-masing router seperti diperlihatkan dalam skema pemasangan berikut ini.

Menghubungkan jaringan yang berbeda menggunakan router
Menghubungkan 3 jaringan menggunakan router

Sistem kerja pengiriman data jaringan pada router ini mirip dengan prinsip rangkaian listrik seri dan paralel. Sebagai contoh pada konfigurasi 1 di atas. Pada konfigurasi ini, andaikata kita akan mengirimkan informasi dari subnet A ke subnet C. Jika salah satu router bermasalah, baik router A maupun router C, maka data jaringan yang kita kirimkan dari subnet A ke subnet C akan mengalami kendala dan tidak akan tersampaikan sebagaimana seharusnya.

Hal tersebut tidak akan terjadi seandainya ada sebuah router lain yang menghubungkan jalur antara subnet A dan subnet C. Sebagai contohnya adalah konfigurasi 2. Pada konfigurasi ini seandainya kita akan mengirimkan informasi yang sama, yaitu dari subnet A ke subnet C. Jika router C bermasalah, maka aliran informasi dari subnet A ke subnet C masih bisa tersampaikan karena sistem router akan memilih jalur melalui router A dan kemudian dilanjutkan melalui router B.

Pada dasarnya router akan memilih jalur tercepat agar informasi yang kita kirimkan dari subnet yang satu ke subnet yang lainnya dapat terkirim secara optimal. Pada konfigurasi 2 di atas, jika kita akan mengirimkan data dari subnet A ke subnet C, secara logika jalur melewati router C akan lebih cepat dibandingkan melalui dua router A dan B. namun hal ini terlihat jelas karena kita masih melibatkan tiga jaringan dan tiga router. Lalu bagaimana jika jaringan kita lebih kompleks lagi?

Router memiliki pencatatan metric prefix yang tertuang dalam tabel routing. Setiap alur transmisi jaringan akan memiliki metric prefix-nya masing-masing. Dari metric prefix ini kemudian router membuat tabel routing. Pada saat kita mengirimkan suatu data dari jaringan yang satu ke jaringan yang lainnya, router akan memilih metric prefix dalam tabel routing yang menunjukkan nilai paling optimal dan meneruskan informasi yang kita kirim melalui jalur tersebut.

Itulah pengertian router beserta fungsi dan cara kerja router dalam sebuah jaringan komputer. Jadi dapat disimpulkan bahwa router mempunyai fungsi utama untuk menganalisis paket data yang masuk melaluinya, melakukan seleksi paket data tersebut kemudian yang terakhir adalah mengirimkan paket data tersebut ke tujuan (bisa jaringan atau komputer tertentu).


0 Response to "Pengertian Router Beserta Fungsi dan Cara Kerja Router Pada Jaringan Komputer"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel