-->

Penggunaan Operator Kondisional dan Logika if else di Python

Penggunaan Operator Kondisional

Dalam kehidupan sehari – hari pasti kita menentukan pilihan untuk memulai sebuah aksi di pagi hari. “Kalau hari ini ga hujan saya akan main tenis”, “Kalau ada ongkos nanti nonton The Nun”, “Kalau ga hujan dan ada ongkos nanti mau pergi makan ramen”. Disadari atau tidak, pengandaian atau kondisional sudah menjadi bagian dari hidup kita secara otomatis saat sebelum melakukan sebuah tugas.

Dalam pemrograman pun demikian ada mekanisme dimana program akan menentukan aksi-aksi sesuai kondisi dari input atau nilai-nilai yang diproses selama program berjalan langsung. Pemilihan kondisi ini membutuhkan nilai “True” jika aksi yang diinginkan dibawah kondisi tersebut dieksekusi. Jika nilainya “False”, maka akan diperiksa kondisi lain yang sesuai atau akan langsung ke bagian program yang tidak memeriksa kondisi.

Penggunaan Operator Kondisional if

Pada bahasa pemrograman Python, terdapat beberapa keyword untuk membuat sebuah pemilihan kondisi. Ada if, elif, else. Hebatnya lagi di Python Tidak memerlukan kurawal atau penutup pada blok if tersebut. Sebuah statement akan dianggap blok if jika indentasinya lebih satu tab dari jumlah tab if diatasnya. Sebuah if akan diawali tanda titik dua (:) baru dibawahnya terdapat kode program yang akan dieksekusi jika kondisi terpenuhi.

Dalam membuat pemilihan kondisi Anda juga membutuhkan operator logika (and, not, or) dan perbandingan (==, <=, >=, >, <, <>, !=) untuk menyusun kondisi yang Anda butuhkan. Berikut adalah contoh penggunaan if di Python. Contoh berikut menggunakan beberapa operator perbandingan untuk melihat hasil perbandingan dua buah angka. Dalam program berikut beberapa kondisi yang terpenuhi akan dieksekusi.

Name : program_if.py

#! /usr/bin/env python3

##  Program ini dijalankan menggunakan Python3 di Linux
##  Because We Love Open Source :)

print("Masukkan dua buah angka untuk dibandingkan.")

angka1 = input("Masukan angka pertama: ") # Tipe data string
angka2 = input("Masukan angka kedua: ") # Tipe data string

if angka1 == angka2:
    print("%d sama dengan %d" %(angka1,angka2))
if angka1 != angka2:
    print("%d tidak sama dengan %d" %(angka1,angka2))
if angka1 < angka2:
    print("%d kurang dari %d" %(angka1,angka2))
if angka1 > angka2:
    print("%d lebih dari %d" %(angka1,angka2))
if angka1 <= angka2:
    print("%d kurang dari sama dengan %d" %(angka1,angka2))
if angka1 >= angka2:
    print("%d lebih dari sama dengan %d" %(angka1,angka2))

Coba tulis / copy script program diatas di notepad kemudian save dengan nama program_if_1.py. Kemudian coba jalankan menggunakan Python3 (Semua program selanjutnya akan terus menggunakan Python3).

> python3 program_if.py

Bagaimana ada yang error? Iya, jika program di atas dijalankan maka akan muncul error. Masalahnya terdapat pada tipe data variable angka1 dan angka2. Terus cara mengatasinya gimana? Teman-teman harus tahu, semua variable yang ada di Python secara default bertipe data String. Jadi jika tipe data String dibandingkan dengan String menggunakan operasi Perbandingan maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Jadi, Anda harus mengubah tipe datanya menjadi Integer. Ubahlah menjadi:

angka1 = int(input("Masukan angka pertama: ")) # Tipe data string
angka2 = int(input("Masukan angka kedua: ")) # Tipe data string 

Jika Anda ingin mengetahui tipe data apa yang dipakai pada variable Anda, bisa menggunakan perintah type() :

print(type(angka1))

Berikut hasil program yang sudah diperbaiki.

Penggunaan operator kondisional if


Penggunaan "else" dan "if"


Kita sudah mengetahui bagaimana cara kerja menggunakan if. Selain kondisional if terdapat keyword else. Keyword else digunakan dalam blok if untuk menampung berbagai kondisi yang berlawanan dengan kondisi pada if sebelumnya. Keyword else ini membutuhkan blok if atau elif diatasnya. Tanpa kedua keyword tadi, else tidak dapat digunakan. Berikut ini terdapat contoh program sederhana penggunaan if dan else, mari kita coba.

Name : program_if_else.py

#! /usr/bin/env python3

##  Program ini dijalankan menggunakan Python3 di Linux
##  Because we Love Open Source :)

print("Masukkan dua buah angka untuk dibandingkan.")

angka1 = int(input("Masukan angka pertama: ")) # Tipe data string
angka2 = int(input("Masukan angka kedua: ")) # Tipe data string

if angka1 == angka2:
    print("%d sama dengan %d" %(angka1,angka2))
else:
    print("%d tidak sama dengan %d" %(angka1,angka2))

Save program dengan nama program_if_else.py. Kemudian coba jalankan dan masukan 2 angka yang sama kemudian masukan angka berbeda. Misalkan angka yang sama. angka1 = 2 dan angka2 = 2. Sedangkan angka yang berbeda angka1 = 2 dan angka2 = 3. Amatilah hasilnya. Hasil program ketika saya jalankan:

Penggunaan operator kondisional if else


Penggunaan “elif” Pada “if”


Pada program program_if.py beberapa blok if akan dieksekusi secara berurutan, karena tidak ada pilihan lain pada masing-masing blok if. Nah, kali ini ada contoh program if akan digabungkan dan membentuk sebuah blok if yang lebih besar dengan menggunakan elif. Keyword elif ini berfungsi untuk membuat multi kondisional. Jadi jika kondisi di if paling atas tidak sesuai maka kondisi yang ada dibawahnya akan diperiksa dan jika cocok akan dieksekusi. Pada contoh berikutnya jika kondisi sudah sesuai pada blok teratas maka blok tersebutlah yang akan dieksekusi. Berbeda dengan contoh pada program_if.py karena terdiri dari beberapa blok if yang dianggap berbeda oleh Python. Untuk lebih jelasnya mari coba kode berikut:


Name : program_elif.py

#! /usr/bin/env python3

##  Program ini dijalankan menggunakan Python3 di Linux
##  Because we Love Open Source :)

print("Masukkan dua buah angka untuk dibandingkan.")

angka1 = int(input("Masukan angka pertama: ")) # Tipe data string
angka2 = int(input("Masukan angka kedua: ")) # Tipe data string

if angka1 == angka2:
    print("%d sama dengan %d" %(angka1,angka2))
elif angka1 != angka2:
    print("%d tidak sama dengan %d" %(angka1,angka2))
elif angka1 < angka2:
    print("%d kurang dari %d" %(angka1,angka2))
elif angka1 > angka2:
    print("%d lebih dari %d" %(angka1,angka2))
elif angka1 <= angka2:
    print("%d kurang dari sama dengan %d" %(angka1,angka2))
elif angka1 >= angka2:
    print("%d lebig dari sama dengan %d" %(angka1,angka2))


Jalankan program diatas kemudian coba masukan angka 10 dan 5, maka blok if yang dieksekusi hanya blok kedua yang berisi kondisi angka1 tidak sama dengan angka2. Jelas berbeda dengan kode yang ada di program_if.py. Berikut hasil program ketika dijalankan:

Penggunaan operator kondisional elif


Jika kita samakan dengan kehidupan kita maka bisa kita ambil contoh misalkan ada sebuah kondisi seperti berikut, “Kalau saya punya uang saya akan pergi ke taman bermain, Lalu kalau uangnya cuma 10.000 cuma bakal naik komedi putar, kalau uangnya 20.000 bakal naik komedi putar dan bom bom car”. Jika Anda perhatikan setelah kondisi pertama ada kondisi lagi yang masih berada dibawah kondisi pertama. Kondisi semacam ini dapat disebut dengan kondisi bersarang (nested if).

Di Python, untuk membuat sebuah blok if di dalam if, maka blok if yang ingin disimpan di dalam sebuah if harus mempunyai (indentasi) satu tab lebih dibanding if sebelumnya. Anda dapat membuat if bersarang di dalam if bersarang hingga tingkat sedalam yang Anda inginkan. Misalkan nih, saya buat contoh program satu lagi.

Name : db_simple.py

#! /usr/bin/env python3

##  Program ini dijalankan menggunakan Python3 di Linux
##  Because We Love Open Source :)


username = input("Masukan username: ")
password = input("Masukan password: ")

user_from_db = "tukul"
pass_from_db = "lukut"

if username == user_from_db:
    if password == pass_from_db:
        print("Username dan password cocok")
    else:
        print("Password salah!")
else:
    print("Username tidak terdaftar")

Pada contoh diatas, Anda diminta masukan berupa “username” dan “password”. Kemudian ada sebuah variabel yang diasumsikan mengambil data “username” dan “password” dari database. Blok if akan memeriksa apakah user sudah sesuai atau belum, jika tidak sesuai maka akan ditampilkan “User tidak terdaftar”. Jika “username” sesuai maka kondisi selanjutnya adalah memeriksa “password” jika sesuai maka akan muncul notifikasi “Username dan password cocok”, jika tidak sesuai maka akan muncul notifikasi “Password salah”. Tanda titik dua (:) pada Python disebut identasi, menandakan bahwa baris tersebut memiliki perintah lagi yang harus dijalankan.

Python sendiri mengunakan indentasi untuk menentukan apakah baris kode tersebut milik sebuah function, if, atau pengulangan (looping) . Jadi jika Anda ingin menuliskan kode untuk function yang Anda buat. Harus ada jarak satu indentasi/tab agar kode tersebut dianggap sebagai kode dari function yang
Anda tulis.

Berikut hasil program db_simple.py ketika dijalankan.

Penggunaan Operator kondisional if else elif


Gimana, mudahkan mempelajari bahasa pemrograman. Memang dibutuhkan proses, untuk bisa membuat program yang lebih advanced maka harus kita harus tahu dasarnya dahulu seperti penggunaan if, else, dan pengulangan for. Kalau itu semua ga bisa ya kita bakal ga bisa juga buat program yang sangarrr.

Mungkin itu saja dulu, di artikel selanjutnya saya akan sharing mengenai pengulangan for dan while pada Python. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan bertanya di kolom komentar dan jika kalian suka dengan artikel ini silahkan share ke teman-teman yang lain. Terima kasih.


Follow Fanspage kami >> OpenSourceLab

0 Response to "Penggunaan Operator Kondisional dan Logika if else di Python"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel